Puisiku

Matamu menghanyutkanku dalam lamunan liar
Membiarkanku melayang ke khayangan cinta bersama bayangmu
Kau ciptaan terindah di mataku
Dan...
Jika mendengar suaramu aku seperti mendengar gemericik air terjun
Indah, menyejukkan, dan terus mencanduiku
Lalu...
Pesona langkahmu seperti ayunan melodi sang violis
Mustahil tak membuatku terpana
dari jauh kau seperti srikandi melangkah
Mustahil tak kukenali.
Bahkan...
Degup jantungmu takan kulewati dari telinga tajamku mendengar
Aroma melati kucium dari sela-sela kain yang membalutmu
Ingin rasanya kucubit lembut hidung simetrismu
Lalu kusisir dengan jemariku rambut Milea-mu itu
Lau mencari renda-renda merah jambumu perlahan
Semuanya terkemas menjadi sebuah pesona mematikan lelaki manapun
Aku hampir tak kuasa menjaga imanku tatkala bersamamu
Mengarungi waktu yang entah kenapa menjadi singkat
Hingga detik demi detik menjadi supercepat berlalu
Hingga di titik klimaks itu sebuah dosa besar menghantamku
yang hampir saja menjadi aksi vulgar karena indahnya dirimu..
Itu semua awal yang manis bersamamu
Namun telingaku dimana-mana dan mataku dimana-mana
Perlahan Aku tahu semuanya tentangmu, akhirnya..
Mengecewakan, Karena bukan hanya aku yang bisa membuat puisi ini
menyesakkan, Karena aku hanyalah kumbangmu yang kesekian
hancur sudah diriku, karena kau bangga dng semua itu
Namun tenang saja aku tak marah...
Aku tak menghujatmu..
Aku takan melawanmu...
Sekali lagi..
aku tak marah...
tapi aku murka!!!
Aku tak menghujatmu...
tapi mengutukmu!!!
Aku takan melawanmu...
tapi langsung akan membunuhmu!!!
Maaf, tunggu saja hai JALANG!

Komentar

Postingan Populer