Pertemuan Singkat Sang Mutiara

2 hari, itulah durasi pertemuan singkatku dengannya, tapi kenangannya membekas bertahun-tahun hingga saat ini. Terakhir bertemu ketika aku lupa dengannya. Di depan fakultasnya, 2016. Dia menatapku yang kebetulan lewat di depannya, aku pun menatapnya sesaat. Mungkin dia ingat siapa aku, tapi waktu itu aku lupa karena tenggelam dalam tanggung jawab mengajar. Walau sesaat kemudian aku mengingatnya lagi, tapi aku sudah berjalan di kejauhan, sekitar 25 meter dari tempatnya, dan nampak dengan jelas ia pun memandangku dari kejauhan. Aku malu waktu itu karena banyak teman2nya di sekitarnya. 
Pertemuan pertama selama 2 hari itu terjadi secara tak sengaja, ketika 2015 lalu. Di sekre UKM ku, temanku pamer pacar barunya di sana. Ya dia si mutiara itu. Waktu itu ia masih menjadi pacar temanku. Aku pun awalnya tidak begitu tertarik, hanya sekedar cantik, berhidung mancung, berisi, dan cukup anggun auranya. Kukira ia sama seperti wanita kebanyakan, menjaul kecantikan tubuhnya semata demi menggaet pria2 tampan idamannya. Maafkan aku mutiara dulu aku berprasangka demikian. Nyatanya jauh dari itu. Mutiara adalah idamanku, 100%. Bagaimana mungkin temanku ini bisa mendapatkan wanita selangka ini? Aku merasa dia terlalu berat untuk temanku, karena temanku lebih cocok dng wanita sederhana, bukan semewah dia. Ya maafkan aku temanku, tapi aku berterus terang dari hati terdalam bukan untuk merendahkanmu. Si mutiara ini berselera mewah, cita rasa tinggi, tapi supel, dan baik hati. Perpaduan sempurna. Aku pun berhasil mendapatkan sosmednya, berteman di facebook, dan instagram, hingga meminta pinnya, tp dia menolak dng alasan tak memakai bbm waktu itu. Oke, tp sekarang ia sudah lama putus dengan temanku dan menjomblo, melajang walau sudah cukup atau bahkan terlalu matang untuk menikah. Ya ia adalah sosok wanita cantik itu bernama saffina azzahra firdaus.

Komentar

Postingan Populer